Eksistensi Guru Agama Hindu Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa

Main Article Content

Ni Wayan Budhi Karyani

Abstract

Kenakalan remaja menjadi problem yang sangat serius dalam dunia Pendidikan khususnya, terlebih keseriusan siswa dalam menempuh Pendidikan akan terganggu oleh ulah-ulah yang tidak baik dari siswa lain ataupun lingkungan sekitarnya. Pengkajian mengenai cara menanggulangi kenakalan remaja melalui pembelajaran karakter khususnya memperkanalkan dan mengimplementasikan ajaran agama hindu oleh Guru Agama Hindu di rasa sangat penting. Melalui metode penelitian dengan jenis data adalah data kualitatif serta sumber data primer dan skunder yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan sebagai berikut: Pembentukan karakter dapat dilaksanakan sejak dini, melalui edukasi dan praktek ajaran-ajaran keagamaan untuk membentuk etika. Kenakalan peserta didik/ siswa bukan tidak beralasan karena ada kesempatan serta di bentuk oleh lingkungan, sangat beranekaragam kenakalan yang terjadi terlebih siswa-siswi yang masih remaja. Terkadang hal tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan hukuman semata, melainkan perlu pembinaan secara berkelanjutan untuk menumbuhkan sikaf saling menghargai satu sama lainnya. Guru agama dalam hal ini sebagai Pendidikan mental siswa mempunyai tugas penting dan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter siswa sebagai upaya menurunkan tingkat kenakalan remaja atau siswa melalui kegiatan-kegiatan dharma wacara, dharma shanti dan hal lainnya

Article Details

How to Cite
Ni Wayan Budhi Karyani. (2021). Eksistensi Guru Agama Hindu Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 86-94. Retrieved from http://jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/article/view/148
Section
Articles

References

Bell Gredler, E. Margaret. 1991. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: CV. Rajawali
Daniel. 2006.“Upaya Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SMP N 29 Bandung”
Freist, J & Freist, Gregory (1998), Theories of Personality, Amerika : Mc Graw Hill.
Gage, N.L., & Berliner, D. 1979. Educational Psychology. Second Edition, Chicago: Rand Mc. Nally]
Hadiwijono, Dr. Harun. 1993. Agama Hindu dan Budha. Jakarta: PT Bpk Gunung Mulia.
Hall, Calvin S., & Lindzey, Gardner (2000), Teori-Teori Holistik (Organismik-Fenomenologis), Supratiknya (ed.), Jogjakarta :Kanisius .
Hendropuspito. 1983. Sosiologi Agama. Yogyakarta: Konisius
Kartini Kartono. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali, 1979
Light, G. and Cox, R. 2001. Learning and TeacTeori Belajar Behavioristik
Perwadarmenta. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Purnomo. 2010.“Penanggulangan Kenakalan Siswa Oleh Guru Bimbingan Konseling Di Sma Negeri I Bayat”.
Ridwan. 2005. Belajar Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: CV Alfaheta.
Robert, Thomas B., Four Psychologies Applied to Education, 1975, New York, Hals Ted Press Dvision
Soerjono Soekanto, 1988, Sosiologi Penyimpangan, Rajawali, JakartaSoelaeman, Munandar. 1989. Ilmu Sosial Dasar(Teori dan Konsep Ilmu Sosial). Bandung: PT. Eressco.
Suhardana, Drs. K.M. 2006. Pengantar Etika dan Moral Hindu. Surabaya: Paramita.
Suteler, I Ketutu. 2011. “Peranan Guru Agama Hindu Dalam Menumbuh kembangkan Karakter Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kediri Tabanan”.
Thouless, R. H. 2000. Pengantar Psikologi agama . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.