Sistem Belajar Otodidak Ekalawya Dalam Adi Parwa (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

Main Article Content

Ni Made Juliani

Abstract

Dalam melakukan pengajaran seorang pendidik dituntut agar dapat mengunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Metode otodidak yang terdapat dalam konsep belajar Ekalawya merupakan metode yang sangat relevan dalam pembelajaran. Murid dituntut untuk hidup mandiri dalam belajar dengan kedisiplinan sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. Tujuan penulisan ini adalah untuk mencari bentuk konsep sistem belajar Ekalawya, makna konsep sistem belajar Ekalawya, dan nilai pendidikan agama Hindu yang terkandung dalam sistem belajar Ekalawya. Sistem belajar Bambang Ekalawya termasuk sistem belajar otodidak yang mengandung arti bahwa suatu pendidikan atau pembelajaran yang dilakukan sendiri tanpa bantuan dari seorang guru. Modal utama otodidak adalah tekad serta kemauan yang tekun dan keras dalam usaha untuk mencari sendiri titik pangkal dari apa yang hendak dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilalui dalam usaha tersebut. Nilai-nilai yang terdapat dalam konsep sistem belajar Ekalawya merupakan nilai yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan dan merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan dalam duania pendidikan guna membentuk watak generasi muda yang memiliki landasan dalam setiap tingkah lakunya. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai bhakti, nilai etika, nilai semangat, dan nilai religius.

Article Details

How to Cite
Ni Made Juliani. (2020). Sistem Belajar Otodidak Ekalawya Dalam Adi Parwa. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 185-192. Retrieved from http://jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/article/view/88
Section
Articles

References

Darmawan, I. P. A. (2020). ANIMISME DALAM PEMUJAAN BARONG BULU GAGAK DI BALI. Genta Hredaya, 4(1).
Darmawan, I. P. A. (2020). Pemujaan Barong di Bali dalam Pandangan Animisme Edward Burnett Tylor. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 10(2), 147-153.
Gunawijaya, I. W. T. (2020). PENGUSADHA DALAM FILSAFAT YOGA DARSANA (Studi Kasus di Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan). Widya Katambung, 11(1), 71-79.
Kadjeng, I Nyoman, dkk. 2005. Sārasamuccaya. Surabaya: Paramita.
Suadnyana, I. B. P. E. (2020). DESA PAKRAMAN SEBAGAI LEMBAGA ADAT DAN LEMBAGA AGAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU DI BALI. Dharma Duta, 18(1), 21-32.
Suadnyana, I. B. P. E., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Akibat Hukum Terhadap Hak Masyarakat Adat dalam Peralihan Agama di Desa Adat Dalung. Pariksa, 3(1).
Yuniastuti, N. W., Trisdyani, N. L. P., & Suadnyana, I. B. P. E. (2020). PERTUNJUKAN TOPENG BONDRES SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN AGAMA HINDU. Maha Widya Duta, 4(1), 23-34.
Untara, I. M. G. S., & Rahayu, N. W. S. (2020). Bissu: Ancient Bugis Priest (Perspective On The Influence Of Hindu Civilization In Bugis Land). Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 4(2), 243-249.
Untara, I. M. G. S. (2020). KOSMOLOGI HINDU DALAM TEKS PURWA BHUMI KAMULAN. Widya Katambung, 11(1), 34-43.