Samkhya Darsana dalam Wrspati Tattwa Indonesia

Main Article Content

Putu Sri Marselinawati
I Gede Agus Suparta

Abstract

Sistem Filsafat Samkhya yang didirikan oleh Rsi Kapila adalah sistem filosofis tertua di dunia. Filsuf Barat sangat terkesan dengan sistem filosofis ini. Sistem filosofis ini melihat alam semesta sebagai kekuasaan, kekuatan Purusha (jiwa) dan Prakerti (materi). Samkhya mempengaruhi hampir semua sastra Hindu, baik Śruti maupun Smrti. Reg Veda, Upanisad, Bhagavad Gita berisi sistem filosofis Samkhya. Purana dan Itihasa juga mengandung filosofi Samkhya. Baik teks nusantara, lontar Bhuana Kosa, Wrespati Tatwa, Brahmanda Purana, Sapta Bhuana, Tattwajnana, dan lainnya mengandung ajaran filosofis Sānkhya.


Teks Wrspati Tattwa adalah teks yang menceritakan pertanyaan Bhagavan Wrspatti kepada Bhatara Isvara. Filosofi Samkhya telah banyak mempengaruhi teks ini. Unsur dualitas di Samkhya disebut Cetana (kesadaran) dan Acetana (tidak sadarkan diri). Terlepas dari itu, 25 elemen penciptaan alam semesta juga disebutkan dalam ciptaan yang berasal dari prakerti atau acetana yang menghasilkan unsur halus atau Panca Tanmatra, dan unsur kotor Panca Maha Bhuta. Unsur halus dan kotor dipengaruhi oleh Tri Guna sehingga setiap kreasi dapat bergerak sesuai dengan sifat Guna yang mempengaruhinya. Tujuan dari filosofi Samkhya adalah untuk mencapai pembebasan, bebas dari tiga penderitaan, (Adhyatmika) penderitaan yang disebabkan oleh tubuh, (Adhybautika) nyeri yang disebabkan oleh faktor eksternal, dan (Adhidaivika) nyeri yang disebabkan oleh roh halus. Cara untuk terbebas dari penderitaan atau rasa sakit adalah dengan mempelajari tulisan suci dan mempraktikkan enam jenis yoga (sadangga yoga).

Article Details

How to Cite
Putu Sri Marselinawati, & I Gede Agus Suparta. (2020). Samkhya Darsana dalam Wrspati Tattwa. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 1(1), 58-67. Retrieved from http://jurnal.ekadanta.org/index.php/sruti/article/view/62
Section
Articles

References

Darmawan, I. P. A., & Krishna, I. B. W. (2020). Konsep Ketuhanan dalam Suara Gamelan Menurut Lontar Aji Ghurnnita. Genta Hredaya, 3(1).
Gunawijaya, I. W. T. (2020). Konsep Teologi Hindu dalam Geguritan Gunatama (Tattwa, Susila, dan Acara). Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1).
Gunawijaya, I. W. T., & Srilaksmi, N. K. T. (2020). Hambatan Pembelajaran Agama Hindu Terhadap Siswa Tuna Netra di Panti Mahatmia. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 510-520.
Gunawijaya, I. W. T. (2019). Kelepasan dalam Pandangan Siwa Tattwa Purana. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 1(1).
Iqbal, Hasan. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Pustaka Pelajar Indonesia.
Jelantik, Ida Ketut. 2008. Denpasar: Yayasan Widya Dharma.
Maswinara, I Wayan. 1999. Surabaya: Paramita
Marselinawati, P. S. (2020). Kosmologi Hindu Dalam Sankhya-Yoga. Genta Hredaya, 2(2).
Marselinawati, P. S. (2020). FILSAFAT KETUHANAN DALAM BHAGAVAD GITA. Genta Hredaya, 3(1).
Putra, I.G.A.G.Drs. 1988. Wrhspati-Tattwa. Jakarta: Yayasan Dharm aSarathi.
Suadnyana, I. B. P. E. (2020). Ajaran Agama Hindu Dalam Geguritan Kunjarakarna. Genta Hredaya, 3(1).
Sura dan Suka Yasa. 2009. Samkya dan Yoga. Denpasar: Lembaga Penenlitian Universitas Hindu Indonesia.
Untara, I. M. G. S., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Estetika dan Religi Penggunaan Rerajahan pada Masyarakat Bali. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1), 41-50.