Etika Lingkungan dalam Upacara Tumpek Wariga Pada Masyarakat Bali Indonesia

Main Article Content

I Wayan Sunampan Putra

Abstract

Krisis ekologis merupakan bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi, kerusakan lingkungan akibat dampak paradigma yang salah dalam melihat alam yang hanya sebagai objek pemenuhan manusia. Paradigma ini disisihkan oleh etika lingkungan. Etika lingkungan berasumsi bahwa alam memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang harus dihormati. Berbagai bentuk penyematan dapat dilakukan seperti upacara ritual tumpek wariga. Upacara tumpek wariga merupakan upacara yang menganggap bahwa tanaman memiliki aspek Ketuhanan sehingga upacara ini dilakukan melalui pendekatan keagamaan

Article Details

How to Cite
I Wayan Sunampan Putra. (2020). Etika Lingkungan dalam Upacara Tumpek Wariga Pada Masyarakat Bali. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 1(1), 93-101. Retrieved from http://jurnal.ekadanta.org/index.php/sruti/article/view/65
Section
Articles

References

Arjana, I Gusti Bagus. 2013. Geografi Lingkungan: Sebuah Introdiksi. Jakarta: PT RajGrafindo Persada.
Atmadja, Nengah Bawa. 2010. Ajeg Bali: Gerakan, Identitas Kultur, dan Globalisasi. Yogyakarta: Lkis.
Atmadja, Nengah Bawa. 2010. Komodifikasi Tubuh Perempuan Jogged “Ngebor’ Bali. Denpasar: Pustaka Larasan
Atmadja, Nengah Bawa. 2014. Saraswati dan Ganesa sebagai Simbol Paradigma Interpretativisme dan Positivisme. Denpasar: Pustaka Larasan.
Chappel, Ch.L. 2003. Environmentalisme Hindu. Tucker Mary Evelyn & John A. Grim (ed). 2003. Agama Filsafat & Lingkungan Hidup (Terjemahan P. Hardono Hadi) . Yogyakarta: Kanisius.
Gunawijaya, I. W. T., & Putra, A. A. (2020). Makna Filosofis Upacara Metatah dalam Lontar Eka Prathama. Vidya Darśan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 1(1).
Gunawijaya, I. W. T., & Srilaksmi, N. K. T. (2020). Hambatan Pembelajaran Agama Hindu Terhadap Siswa Tuna Netra di Panti Mahatmia. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 510-520.
Keraf, Sony. 2005. Etika Lingkungan. Jakarta: Buku Kompas
Pudja, G. 2013. Bagavad Gitā (Pan͂cama Veda). Surabaya: Paramita
Pudja, Gede dan Tjokorda Rai Sudharta. 2002. Manawa Dharmacastra (Manu Darma Sastra atau Weda Smrti Compendium Hukum Hindu. Jakarta: Pelita Nursatama Lestari.
Qodar, Lely. 2014. Manajemen Kepemimpinan Lingkungan: Kajian Eko-Sufisme Pesantren. Yogyakarat: Penerbit Ilmu Giri.
Suadnyana, I. B. P. E., & Yuniastuti, N. W. (2019). Kajian Sosio-Religius Penerapan Sanksi Adat Kanorayang di Desa Pakraman Bakbakan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Widyanatya, 1(2), 18-31.
Suadnyana, I. B. P. E., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Akibat Hukum Terhadap Hak Masyarakat Adat dalam Peralihan Agama di Desa Adat Dalung. Pariksa, 3(1).
Suka, I Ginting. 2012. Teori Etika Lingkungan. Denpasar: Udayana University Press.
Titib, I Made. 2006. WEDA: Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita.
Titib, I Made. 2008. Teologi & Simbol-Simbol Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Udayana, I Dewa Gede Alit. 2009. Tumpek Wariga. Surabaya: Paramita
Untara, I. M. G. S. (2019). Kosmologi Hindu dalam Bhagavadgītā. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 1(1).
Untara, I. M. G. S., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Estetika dan Religi Penggunaan Rerajahan pada Masyarakat Bali. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1), 41-50.
Wiana, I Ketut. 2006. Menyayangi Alam Wujud Bakti Pada Tuhan. 2006. Surabaya: Paramita.
Wiana, I Ketut. 2007. Tri Hita Karana Menurut Hindu. Surabaya: Paramita
Wirawan, I Made Adi. 2011. Tri Hita Karana. Surabaya: Pāramita
Wirawan, Ide Bagus. 2014. Teori-Teori Sosial dalam Tiga Pradigma. Jakarta: Kencana Praneda Media Group.