PANAKAWAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan
<p>PANAKAWAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang mencakup berbagai masalah umum atau isu-isu yang berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat</p>en-USPANAKAWAN: Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatPendekatan Edukatif-Religius dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat IAHN Mpu Kuturan di Banyuwangi
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/690
<p>Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan yang menerapkan pendekatan edukatif-religius dalam pembinaan umat Hindu di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan PkM dilaksanakan secara terpadu di dua lokasi, yaitu Pura Luhur Giri Mulyo Sugih Waras dan Pura Dharma Marga Sambimulyo, dengan menempatkan umat sebagai subjek aktif dalam proses pengabdian. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatoris melalui ceramah keagamaan, dialog interaktif, serta pendampingan edukatif yang berorientasi pada penguatan pemahaman ajaran Hindu, etika keagamaan, dan praktik ritual yang kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi keagamaan umat, penguatan kesadaran spiritual, serta terbangunnya relasi kolaboratif antara perguruan tinggi keagamaan dan komunitas umat Hindu setempat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif-religius efektif diterapkan sebagai model Pengabdian kepada Masyarakat dalam memperkuat keberagamaan umat Hindu, khususnya di wilayah dengan karakteristik umat minoritas.</p>Ida Bagus Putu Eka SuadnyanaRoni Han WasistoI Komang Rian SastrawanPutu Agustiantini
Copyright (c)
2025-10-302025-10-3021110Sesana Kepemangkuan Sebagai Landasan Swadharma Pemaku Hindu di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/692
<p>Pemangku Hindu memiliki peran sentral dalam kehidupan religius masyarakat Bali, tidak hanya sebagai pelaksana ritual, tetapi juga sebagai figur etika dan spiritual. Namun, dalam praktiknya, kepemangkuan sering kali dipahami secara terbatas pada aspek teknis-ritual, sehingga dimensi etis dan spiritual dari swadharma pemangku belum terinternalisasi secara utuh. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji sesana kepemangkuan sebagai landasan swadharma pemangku Hindu di Desa Bengkala. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, serta pendampingan reflektif-dialogis terhadap pemangku dan tokoh adat setempat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman awal pemangku terhadap sesana kepemangkuan masih didominasi orientasi ritualistik dan pragmatis. Melalui proses pendampingan reflektif, terjadi internalisasi nilai sesana sebagai sistem etika dan spiritual yang membimbing seluruh aspek kehidupan pemangku. Sesana terbukti berfungsi sebagai fondasi swadharma yang memperkuat integritas moral, keteladanan sosial, dan kualitas penghayatan ritual. Implikasi pengabdian ini menunjukkan bahwa penguatan sesana kepemangkuan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan legitimasi moral pemangku, keharmonisan sosial-keagamaan, serta keberlanjutan tradisi Hindu yang kontekstual dan bermakna. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan kepemangkuan sebagai praktik etika-spiritual yang hidup dan relevan dengan dinamika masyarakat Hindu kontemporer.</p>Ketut Agus NovaWayan Titra GunawijayaWayan KariartaI Ketut WartayasaYunitha Asri Diantary Ni Made
Copyright (c)
2025-10-302025-10-30211125Penguatan Literasi Keagamaan dan Kebudayaan melalui Program Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/693
<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"><span lang="EN-US" style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan melaksanakan pengabdian dengan tema <em><span style="font-family: 'Book Antiqua',serif;">Retret Spiritual: Refleksi Diri Menuju Jalan Dharma</span></em> di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat untuk memperkuat spiritualitas, melakukan refleksi diri, serta menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya di tengah arus modernisasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pembinaan spiritual melalui retret, sesi refleksi diri, diskusi kelompok, serta integrasi nilai dharma dengan tradisi budaya lokal. Peserta terdiri dari tokoh agama, pemuda, komunitas budaya, dan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran spiritual, penguatan nilai kebajikan, serta tumbuhnya solidaritas sosial. Selain itu, retret berhasil mengaitkan ajaran dharma dengan kearifan lokal Banyuwangi sehingga memperkuat identitas budaya masyarakat. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat Purwoharjo, memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat, serta menghasilkan luaran akademik berupa publikasi artikel. Program retret spiritual ini dapat dijadikan model pengabdian berkelanjutan yang relevan untuk diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik sosial budaya serupa.</span></p>I Nyoman Raka
Copyright (c)
2025-10-302025-10-30212631 Pelatihan Penyusunan Asesmen Pembelajaran yang Mengacu Pada Taksonomi Solo dalam Pembelajaran Mendalam
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/698
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun asesmen pembelajaran yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam dan mengacu pada Taksonomi SOLO (<em>Structure of Observed Learning Outcome</em>). Taksonomi SOLO dipandang mampu memberikan struktur berpikir yang jelas dalam menilai tingkat kedalaman pemahaman siswa, sehingga sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pemahaman konsep, keterkaitan antarmateri, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang melibatkan guru-guru dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Buleleng. Kegiatan mencakup pemaparan konsep taksonomi, contoh asesmen autentik, diskusi kelompok, dan praktik penyusunan instrumen asesmen berdasarkan lima level SOLO. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru terkait karakteristik dan penerapan Taksonomi SOLO dalam perencanaan asesmen, serta kemampuan mereka dalam merancang instrumen asesmen yang mampu mengukur kedalaman belajar siswa secara lebih tepat. Guru juga berhasil menghasilkan rancangan asesmen yang dapat diterapkan langsung dalam pembelajaran kelas. Pelatihan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas asesmen pembelajaran dan mendukung implementasi pembelajaran mendalam secara lebih efektif di sekolah dasar.</p>I Komang Wahyu WigunaNi Nyoman Lisna HandayaniI Ketut SuparyaNi Putu Candra Prastya DewiI Komang Surya AdnyanaI Gusti Ngurah Arya Yuda Parmita
Copyright (c)
2025-10-302025-10-30213239Pelatihan Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/699
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menyusun rencana pembelajaran mendalam (RPM) yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang melibatkan pendidik dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Proses pelatihan terdiri atas pemaparan konsep, demonstrasi praktik, pendalaman materi, serta pendampingan penyusunan RPM secara bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai prinsip pembelajaran mendalam, khususnya dalam merumuskan tujuan belajar, mengembangkan asesmen autentik, serta menyusun aktivitas belajar yang mendorong keterlibatan kognitif tingkat tinggi. Selain itu, guru mampu menghasilkan draft RPM yang sistematis, kontekstual, dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran serta mendukung penguatan kapasitas profesional guru dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa</p>Ni Nyoman Lisna HandayaniI Komang Wahyu WigunaNi Nyoman Kurnia WatiI Putu SuardipaI Made Ari Winangun
Copyright (c)
2025-10-302025-10-30214047Penguatan Karakter dan Kreativitas Generasi Muda di Era Digital di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng
https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Panakawan/article/view/700
<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan generasi muda, termasuk di wilayah pedesaan, yang tidak jarang memunculkan persoalan degradasi karakter dan pemanfaatan kreativitas yang bersifat konsumtif. Di tengah kuatnya nilai-nilai lokal, generasi muda desa menghadapi tantangan dalam menegosiasikan identitas, etika, dan kreativitas di ruang digital yang semakin dominan. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji dan memperkuat karakter serta kreativitas generasi muda di era digital melalui pendekatan berbasis komunitas di Desa Bengkala. Metode yang digunakan adalah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan desain partisipatif berbasis <em>Participatory Action Research</em> (PAR), melibatkan generasi muda, tokoh masyarakat, dan perangkat desa melalui tahapan analisis situasi, perencanaan, implementasi, serta refleksi dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok terfokus, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran karakter generasi muda dalam penggunaan teknologi digital, ditandai dengan berkembangnya sikap reflektif, tanggung jawab, dan etika digital. Selain itu, terjadi pergeseran orientasi kreativitas dari konsumsi konten menuju produksi kreatif berbasis nilai lokal dan kebutuhan komunitas. Pengabdian ini juga menegaskan peran strategis komunitas desa sebagai ekosistem pendukung keberlanjutan penguatan karakter dan kreativitas generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pemberdayaan generasi muda berbasis partisipasi, kearifan lokal, dan literasi digital berkarakter memiliki potensi kuat untuk direplikasi di konteks pedesaan lain yang menghadapi tantangan serupa di era digital.</p>I Made Gami Sandi UntaraIda Bagus Putu Eka Suadnyana3Ni Luh Putu Yuliani DewiI Putu Ariasa DarmawanAyu Veronika Somawati
Copyright (c)
2025-10-302025-10-30214863