https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/issue/feedWIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan2026-01-04T15:43:16+07:00Open Journal Systems<p><strong>WIDYALAYA</strong>: Journal of Educational Sciences published by Ekadanta publisher in collaboration with STAHN Mpu Kuturan Singaraja. The publication of the WIDYALAYA Journal is intended as a forum for academics / lecturers to express their thoughts, ideas, research results, as well as the development of scientific insights, especially in the field of education. As an academic information medium, WIDYALAYA Journal presents a space for scientific discourse, academic-theoretical dialogue, which later can be used as a reference for scientific writing for students, lecturers, and academics. The focus and thematic scope of the WIDYALAYA Journal includes educational studies.</p> <p>E-ISSN: <a title="E-ISSN" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1605246239&1&&2020" target="_blank" rel="noopener">2746-8682</a></p>https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/article/view/686Itihasa Sebagai Model Pendidikan Holistik: Integrasi Filsafat, Agama, dan Kebudayaan2026-01-04T15:43:16+07:00 Ida Bagus Gede Subawagdesubawa68@gmail.com<p>Pendidikan kontemporer menghadapi krisis mendasar berupa fragmentasi antara pengembangan intelektual, pembentukan karakter, dan internalisasi nilai spiritual serta kultural. Dominasi pendekatan teknokratis dalam pendidikan menyebabkan terpinggirkannya sumber-sumber kearifan tradisional yang sejatinya menawarkan model pendidikan yang lebih utuh dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Itihasa sebagai model pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi filsafat, agama, dan kebudayaan, serta menegaskan relevansinya bagi pengembangan paradigma pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dipadukan dengan analisis filosofis dan hermeneutik terhadap teks-teks Itihasa serta literatur pendukung di bidang filsafat pendidikan, pendidikan agama, dan kajian kebudayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itihasa merepresentasikan sistem pendidikan holistik yang utuh, di mana dimensi filsafat berperan dalam pembentukan nalar kritis, etika, dan kebijaksanaan; dimensi agama berfungsi sebagai fondasi pendidikan spiritual dan pembentukan karakter; serta dimensi kebudayaan menjadi medium transmisi nilai dan identitas sosial. Integrasi ketiga dimensi tersebut menjadikan Itihasa sebagai paradigma pendidikan transdisipliner yang mampu menjawab krisis karakter, fragmentasi kurikulum, dan krisis makna dalam pendidikan kontemporer. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi Itihasa sebagai sumber pedagogi reflektif dan kontekstual, baik dalam pengembangan kurikulum, pendidikan karakter, maupun pendidikan agama yang substantif dan inklusif.</p>2025-11-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025