Bhakti Marga Jalan menuju Tuhan dan Mempertahankan Kebudayaan Lokal Indonesia

Main Article Content

Komang Heriyanti

Abstract

Bhakti Marga adalah ajaran yang mudah diterima dan dilaksanakan. Bhakti Marga menggunakan rasa sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Umat Hindu cenderung memilih ajaran Apara Bhakti yaitu cinta yang dapat diwujudkan melalui pelaksanaan upacara yadnya. Pengabdian seseorang disebut Apara Bhakti, karena ibadah atau ibadah dan pengabdian dengan berbagai permintaan. Dalam meningkatkan keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada sembilan ajaran renungan dalam agama Hindu yang disebut Nawa Widha Bhakti. Bhakti Marga yang diajarkan oleh umat Hindu berpola dalam perilaku masyarakat yang religius dan berbubu. Ajaran Agama Hindu sebagai nafas kehidupan Bali dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, di tradisionalisasi dan diyakini sebagai perilaku yang tepat. Penerapan Bhakti Marga dapat melestarikan budaya yang dilaksanakan dengan kreativitas dan perkembangannya mengikuti kemajuan zaman dan tidak terlepas dari ajaran Agama Hindu yang berasal dari kitab suci Veda.

Article Details

How to Cite
Heriyanti, K. (2020). Bhakti Marga Jalan menuju Tuhan dan Mempertahankan Kebudayaan Lokal. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 1(1), 20-25. Retrieved from https://jurnal.ekadanta.org/index.php/sruti/article/view/58
Section
Articles

References

Darmawan, I. P. A., & Krishna, I. B. W. (2020). Konsep Ketuhanan dalam Suara Gamelan Menurut Lontar Aji Ghurnnita. Genta Hredaya, 3(1).
Gunawijaya, I. W. T., & Putra, A. A. (2020). Makna Filosofis Upacara Metatah dalam Lontar Eka Prathama. Vidya Darśan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 1(1).
Gunawijaya, I. W. T. (2020). Teologi Seks dalam Penciptaan Keturunan Suputra. Genta Hredaya, 3(2).
Gunawijaya, I. W. T. (2019). Kelepasan dalam Pandangan Siwa Tattwa Purana. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 1(1).
Mudana, I Gusti dan Ngurah Dwaja. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SMA/SMK Kelas XII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Parisada Hindu Dharma. 2014. Upadesa. Denpasar: ESBE Buku.
Pudja, I Gede. 2004. Kitab Suci Bhagawad Gita. Surabaya: Paramita.
Suadnyana, I. B. P. E., & Yuniastuti, N. W. (2019). Kajian Sosio-Religius Penerapan Sanksi Adat Kanorayang di Desa Pakraman Bakbakan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Widyanatya, 1(2), 18-31.
Tim Penyusun. 1996. Buku Pendidikan Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanuman Sakti.
Untara, I. M. G. S., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Estetika dan Religi Penggunaan Rerajahan pada Masyarakat Bali. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1), 41-50.
Wiana, I Ketut. 2002. Makna Upacara Yajna Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.