Karmaphala Tattwa dalam Matsya Purana Indonesia

Main Article Content

Yunitha Asri Diantary Ni Made

Abstract

Kelahiran manusia adalah kesempatan untuk meningkatkan kehidupan. Di era Kaliyuga ini, masyarakat semakin kewalahan dengan aksi adharma, sehingga perlu adanya perbaikan moral dan spiritual pada setiap individu. Peningkatan dan kesadaran akan nilai-nilai agama dapat diterapkan dengan membaca dan mendengarkan sastra suci, salah satunya Puranas. Melalui cerita di Purana, ia mampu menjejalkan ke dalam benak orang-orang biasa, ajaran dari Veda untuk membangkitkan rasa pengabdian kepada Tuhan. Hindu memiliki keyakinan atau sraddha yang digunakan sebagai pilar dalam menjalani kehidupan menuju arah yang baik. Ajaran sraddha dalam agama Hindu dikenal sebagai lima sraddha yang terdiri dari percaya pada keberadaan Barhman, Atman, Karmaphala, Punarbhawa dan Moksa. Dalam Matsya Purana ajaran sraddha terkandung di dalamnya, seperti konsep karmaphala yang mendasari cerita di dalamnya. Karmpahala ini mampu memberikan pembersihan rohani bagi umat manusia, karena ajaran ini konkret, di mana setiap tindakan pasti akan menciptakan hasil. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan penjabaran karmaphala di Matsya Purana.

Article Details

How to Cite
Yunitha Asri Diantary Ni Made. (2020). Karmaphala Tattwa dalam Matsya Purana. ŚRUTI: Jurnal Agama Hindu, 1(1), 68-80. Retrieved from https://jurnal.ekadanta.org/index.php/sruti/article/view/63
Section
Articles

References

Darmawan, I. P. A., & Krishna, I. B. W. (2020). Konsep Ketuhanan dalam Suara Gamelan Menurut Lontar Aji Ghurnnita. Genta Hredaya, 3(1).
Debroy, Dipavali.(2002). Matsya Purana. Surabaya: Paramita.
Gunawijaya, I. W. T., & Putra, A. A. (2020). Makna Filosofis Upacara Metatah dalam Lontar Eka Prathama. Vidya Darśan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu, 1(1).
Gunawijaya, I. W. T., & Srilaksmi, N. K. T. (2020). Hambatan Pembelajaran Agama Hindu Terhadap Siswa Tuna Netra di Panti Mahatmia. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 510-520.
Gunawijaya, I. W. T. (2019). Kelepasan dalam Pandangan Siwa Tattwa Purana. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 1(1).
Kaelan. (2005). Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat. Yogyakarta: Paradigma.
Kaelan.(2010). Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.
Mantra,I.B.(2018). Bhagawadgita Naskah Sanskerta, Alih Bahasa & Penjelasan. Denpasar:ESBE Buku.
Maswinara, I Wayan.(1996). Konsep Panca Sraddha. Surabaya: Paramita
Muhadjar, Noeng.(1998). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Nala, I Gst Ngurah, dkk.(1993). Murddha Agama Hindu. Denpasar: Upada Sastra.
Noor, Juliansyah. (2011). Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Pendit, Nyoman S, dkk. (1993). Aspek- Aspek Agama Hindu. Jakarta: Pustaka Manikgeni.
Pidarta, Made. (2012). Esensi Agama Hindu. Unesa University Press.
Punyatmadja, Ida Bagus Oka. (2019). Panca Sradha. Denpasar: ESBE Buku.
Radhakrishnan, S. (2008). Upanisad Upanisad Utama. Surabaya: Paramita.
Sivananda, Sri Swami. (2003). Intisari Ajaran Agama Hindu. Surabaya: Paramita.
Suadnyana, I. B. P. E. (2020). Ajaran Agama Hindu Dalam Geguritan Kunjarakarna. Genta Hredaya, 3(1).
Titib, I Made. (2006). Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita.
Untara, I. M. G. S. (2019). Kosmologi Hindu dalam Bhagavadgītā. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 1(1).
Untara, I. M. G. S., & Gunawijaya, I. W. T. (2020). Estetika dan Religi Penggunaan Rerajahan pada Masyarakat Bali. Jñānasiddhânta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1), 41-50.
Jurnal/ Prosiding/ Disertasi/Tesis/Skripsi
Munidewi, Ida Ayu Budhananda. (2017). Akuntabilitas Dalam Perspektif Ajaran Karmaphala Sebagai Pedoman Untuk Membangun Karakter Auditor. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol.12 No. 1, Januari 2017.
Lain-lain
https://phdi.or.id/artikel/weda-dan-sraddha (diunduh tanggal 22 Agustus 2020)