MAKNA UPACARA MAPAG TOYA DISUBAK SARWA RAHAYU BALINGGI KECAMATAN BALINGGI PARIGI MAOUTONG

Main Article Content

I Made Budiarta

Abstract

Upacara Mapag Toya dilakukan di Bendungan Ulu atau sistem irigasi dengan parit-parit yang mengarah ke persawahan yang terletak di pinggir Ulu. Hal ini dilakukan sebelum pemantapan sawah dimulai dan diiringi dengan berbagai ritual yang didukung oleh tiga kerangka dasar agama Hindu yaitu: Tattwa, Etika dan Upacara/upkara. Beberapa kelompok Subak. Tujuannya untuk memohon kemurahan Dewi Gangga dan Dewa Wisnu untuk menyediakan air untuk peleburan sawah (Amertha). Serta meredakan situasi dengan memanfaatkan kurban suci berupa caru ayam hitam pada upacara Mapag Toya untuk menyeimbangkan lingkungan alam Bhuana Agung dan Bhuana Alit.


Temuan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Untuk memahami Tattwa dan etika upacara Mapag Toya melalui berbagai metode dengan menghadiri upacara Mapag Toya di Subak Sarwa Rahayu. Sebelum menggabungkan sawah tempat akan ditanami padi. Selain untuk memahami makna upacara Mapag Toya juga sebagai anugerah dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hal ini memberikan kesuburan dan ketenangan dalam pengolahan sawah, dalam hal ini menyelesaikan masalah pengalokasian kuota air pada proses awal masuk ke sawah. Ungkapkan rasa syukur atas anugerah Dewa Danu yang menyediakan air yang dapat digunakan untuk irigasi dan perkebunan lahan basah, dengan berbagi anugerah yang bermakna. Dan inti yang dilakukan umat Hindu adalah: bisa menikmati hasil sawah yang tergenang air dan mengolahnya hingga padi siap ditanam. Ritual ini juga didukung oleh Tri Hita Karana yaitu: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan manusia. Yang disebut Pabelasan, Pra Hyangan, lemah dan Pauwongan.

Article Details

How to Cite
I Made Budiarta. (2023). MAKNA UPACARA MAPAG TOYA DISUBAK SARWA RAHAYU BALINGGI KECAMATAN BALINGGI PARIGI MAOUTONG. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 129-139. Retrieved from https://jurnal.ekadanta.org/index.php/Widyalaya/article/view/367
Section
Articles